50 PENELITI UNAIR MEMPERLUAS JEJARING KERJASAMA RISET DENGAN UNIVERSITAS TERKEMUKA DI ASIA TENGGARA DAN ASIA SELATAN MELALUI SKEMA SATU JOINT RESEARCH (SATU JRS) TAHUN 2023

  • By Super User
  • In LPPM News
  • Posted 23 Agustus 2023

 

“Pada tahun 2023, LPPM Unair mencoba menggoptimalkan berbagai skema pendanaan penelitian. salah satunya adalah skema program penelitian kolaborasi SATU Joint Research” kata Dr. Gadis, sebagai Ketua LPPM Unair dalam sambutan saat penandatanganan kontrak bagi penerima dana penelitian SATU JRS di Gedung ASEEC lantai 8, pada Hari Jumat tanggal 18 Agustus 2023 . Menurut Dr. Yanuardi sebagai Koordinator bidang penelitian LPPM Unair, program ini pertama kali di luncurkan pada tahun 2012 oleh SATU Presidents’ Forum International dan Universitas Airlangga sendiri baru berpartisipasi mulai tahun 2019. “Tahun 2023 Jumlah yang diterima Unair sebanyak 50 peneliti, sedangkan dana hibah yang di dapatkan 70 Juta”tambah Yanuardi, yang juga merupakan dosen dari Fakultas Sains dan Teknologi Unair dan pernah menerima program SATU JRS tahun 2022.

Kegiatan penelitian SATU JRS ini akan melibatkan mitra kolaborasi baik sebagai PI/COPI Kurang lebih 19 Mitra Universitas anggota SATU, seperti: National Cheng Kung University; Prince of Songkla University; Mahidol University; SRM Institute of Science and Technology; Universiti Putra Malaysia; Universiti Sains Malaysia; Universiti Teknologi Malaysia; University of Malaya; USCI University; University Malaysia Sabah; National University of Malaysia; University Tunku Abdul Rahman; National University of Singapore; SRM Institute of Science and Technology; Far Eastern University; I-Shou University; National Sun Yat-sen; UGM dan ITB

“Para peneliti diharapkan betul betul membaca kontrak serta luaran dari kegiatan yaitu Sekurang-kurangnya 1 (satu) artikel yang telah accepted ke jurnal internasional terindeks Scopus berkualitas sekurangnya Q3; Penulis pertama (first author) dan atau penulis korespondensi (corresponding author) pada setiap publikasi yang dihasilkan adalah Ketua Peneliti (baik sebagai PI/Co-PI); Ketua Peneliti (baik sebagai PI/Co-PI) diharapkan menjadi minimal co-author pada Luaran yang dihasilkan mitra peneliti; Mitra peneliti asing harus dicantumkan pada publikasi yang dihasilkan; Dalam publikasi scopus peneliti wajib mencantumkan salah satu keyword SDG’s (keywords sdgs dapat diunduh di laman LPPM); Serta Pada setiap publikasi diharuskan mencantumkan sumber pendanaan dalam Ucapan Terima Kasih (Acknowledgement)” tambah Dr. Gadis, yang juga merupakan dosen Fakultas Kedokteran Unair

Hits 814